Archive for the Brebes Category

60 Caleg Mendaftar di PDIP

Posted in Brebes, PDI Perjuangan, Tegal with tags , , , , , , , on Juli 20, 2008 by Muhammad Yamin, S.H

Jumat, 18 Juli 2008

BREBES – Sebanyak 60 orang bakal calon anggota legislatif mendaftar di PDIP, yang Jumat (18/7) kemarin mengadakan Rapat Kerja Cabang Khusus (Rakercabsus) di kediaman Ketua DPC PDIP Indra Kusuma SSos di Jalan Jendral Sudirman Brebes. Mereka bakal diverifikasi persyaratan untuk bisa menjadi caleg yang akan diajukan PDIP ke KPU Kabupaten Brebes.
Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Brebes H Illia Amin SH MMPd mengatakan jumlah bakal caleg yang mendaftar ini sebagian besar merupakan kader PDIP. Namun ada juga dari masyarakat umum, yang berniat mencalonkan diri sebagai caleg di partainya yang berlambang moncong putih tersebut.
“Dari 60 bakal caleg ini, ada 7 orang perempuan, tapi satu diantaranya mendaftarkan diri untuk caleg provinsi,” ujar Illia Amin.
Dalam rakercabsus yang juga dihadiri pengurus DPW tersebut, persyaratan administrasi semua bacaleg diteliti. Sehingga hanya mereka-mereka yang memenuhi persyaratan saja yang akan diajukan ke KPU. Sedangkan penentuan nomor urut, akan dilakukan berdasarkan SK DPP PDIP Nomor 210 yang mengatur tata cara perekrutan caleg.
“Rakercabsus ini juga akan membahas berapa target kursi kita di DPRD. hal itu berdasarkan dari kesiapan masing-masing caleg di daerah pemilihannya,” katanya.
Saat ini, DPC PDIP berhasil meraih 13 kursi pada Pemilu 2004. Jumlah ini sedikit berkurang dibandingkan dengan hasil pemilu 1999, yang berhasil mendudukan wakilnya di DPRD sebanyak 17 kursi.
Salah seorang Ketua PAC, Darto mengungkapkan bahwa semua PAC telah siap memenangkan PDIP dalam pemilu 2009 mendatang, termasuk PAC Larangan yang dipimpinnya. Dia menegaskan bahwa munculnya banyak partai baru, tidak akan mempengaruhi kader dan simpatisan PDIP dalam memilih wakil rakyatnya. “Idelaisme kader PDIP tidak diragukan lagi, mereka pasti akan memilih wakil rakyat dari PDIP,” tandasnya. (riz)

Dari Rapat Kerja Cabang Khusus (Rakercabsus) di Brebes (18 Juli 2008), nama-nama yang diusulkan adalah
M Yamin, Cepy Wartono, Utut Ardianto dan Samsul Bayan. Dari Rakercabsus di Kota Tegal (15 Juli 2008), nama-nama yang diusulkan adalah M Yamin, Cepy Wartono, Utut Ardianto dan Dewi Femiliani. Dari Rakercabsus di Kabupaten Tegal (19 Juli 2008), nama-nama yang diusulkan adalah H Agus Rianto, Slamet Sosrojoyo, Cepy Wartono, M Yamin, Utut Ardianto, dan Dewi Femiliani.

Pada tanggal 8-10 Oktober 1998, PDI dibawah kepemimpinan Megawati

Pada tanggal 8-10 Oktober 1998, PDI dibawah kepemimpinan Megawati ...

Bupati: Program laptop tak perlu persetujuan Dewan

Posted in Brebes, Sragen, Uncategorized on Juli 19, 2008 by Muhammad Yamin, S.H

Sragen (Espos)  Bupati Sragen Untung Wiyono menegaskan program pengadaan laptop untuk kepala desa (Kades) di Bumi Sukowati tidak perlu mendapat persetujuan anggota Dewan.
Menurut dia, program pengadaan laptop merupakan kewenangannya sebagai Bupati dalam menentukan penggunaan alokasi dana desa (ADD). ”Yang berwenang menentukan penggunaan ADD adalah Bupati. Sehingga tidak perlu persetujuan Dewan dalam penggunaan dana ADD untuk pengadaan latop,” ujarnya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (7/7).
Untung menyayangkan sikap anggota Dewan yang tidak menyetujui program pengadaan laptop guna mendukung pemasaran potensi (produk) lokal desa. Dia menilai para anggota Dewan yang menolak pengadaan laptop bagi Kades merupakan wakil rakyat yang tidak mengerti tentang teknologi dan perkembangan zaman.
”Keberadaan laptop akan sangat membantu pemasaran produk desa. Dalam hitungan singkat, pemasaran produk lokal akan lancar dan mendatangkan banyak keuntungan,” tegasnya.
Untung melanjutkan program pengadaan laptop merupakan aspirasi dari para Kades. Menurutnya, seluruh Kades di Bumi Sukowati telah mengajukan usulan pengadaan laptop dari pos operasional pemerintah desa (Pemdes) ADD. Ditandaskan dia, Pemkab Sragen tidak mengoordinasi dana ADD untuk pengadaan laptop dari desa. Pemkab sebatas memantau transparansi pengadaan laptop yang teknisnya diserahkan kepada masing-masing pemerintah desa.
Bupati menerangkan Pemkab Sragen juga tidak memaksakan Pemdes supaya mengadakan laptop dari rekanan (pihak swasta) tertentu. Namun diakuinya, Pemkab Sragen sebatas merekomendasikan pihak swasta yang bergerak di bidang teknologi modern itu. Sedangkan dana untuk pengadaan laptop per-Kades dianggarkan sekitar Rp 7,5 juta per unit.
”Kami mendapat tawaran laptop murah merk Toshiba dengan harga spesial. Harga di pasaran umum sekitar Rp 10 juta per laptop, jadi berhubung murah ya disosialisasikan saja kepada Pemdes,” paparnya.
Senada, Kepala Dinas Pemberdayaan Keluarga Berencana dan Masyarakat (PKBM), Sarwaka, menuturkan besaran ADD tahun 2008 senilai Rp 15,5 miliar, atau naik dibandingkan tahun 2007 yang dialokasikan senilai Rp 13,7 miliar. Melihat besaran dana yang diterimakan ke desa sekitar Rp 76 juta-Rp 84 juta, persentase penggunaan dana Rp 7,5 juta untuk pengadaan laptop tidak berpengaruh banyak. ”Sesuai petunjuk Bupati, perangkat desa sebaiknya sedikit mengencangkan ikat pinggang,” harap dia. – kur

TKW Kabur Lewat Jalur Tikus

Posted in Brebes, LBH, TKW with tags , , on Juli 6, 2008 by Muhammad Yamin, S.H
TKW Kabur Lewat Jalur Tikus

Jumat, 04 Juli 2008
BREBES – Seorang TKW asal Desa Krasak Kecamatan Brebes Sutirah (28), mengalami nasib tragis saat dikirim ke Malaysia. Sesuai yang dijanjikan ia akan dipekerjakan di sebuah pabrik garmen. Tapi apa yang terjadi, ternyata bukan pabrik garmen tapi dipekerjakan di kantin proyek. Lebih tragisnya lagi dokument paspor yang dibawanya bukan sebagai visa kerja. Tapi visa turis, yang masa berlakunya satu bulan. Sehingga mau tak mau, ketika visa turis itu habis masa berlakunya Sutirah pun diluputi ketakutan. Kadang untuk menghindari kejaran petugas sana ia pun nekad nyogok sama petugas. Aksi nyogok
dilakukan Sutirah sampai empat kali. Mau tau berapa uang yang harus dikeluarkan untuk sekali nyogok. Sampai 400 ringgit. Tak pelak gaji tiga bulan habis
hanya untuk nyuap petugas. Inilah pilihan yang harus tempuh agar bisa bertahan bekerja disana. Tapi kecemasan ada batasnya. Sebagai puncaknya wanita beranak dua ini akhirnya nekad memilih kabur. Tapi mau kabur lewat mana ? Maka dipililah jalur tikus. Sebuah jalur pelarian yang dipakai para imgran asal Indonesia. Jalur tikus ini sebelum sampai laut lepas, orang itu harus lebih dulu melewati daerah hutan. Trasportasi yang umum dipakai untuk melarikan diri adalah kapal pompong. Sejenis kapal cadik, yang memuat lima tujuh penumpang. Dengan membayar sekitar 1200 ringgit, Sutirah akhirnya berhasil kabur dari Malaysia. Kapal yang ditumpanginya dari Slangor, akhirnya sampai juga ke Tanjung Balai Karimun Riau. Sebuah perjalanan yang cukup melelahkan. Makan waktu sekitar dua hari dua malam. Sesampai di Riau ia memutuskan langsung pulang ke kampung halaman. Kini ia kumpul bersama keluarganya
Atas apa yang dialami kini ia tengah berupaya mengajukan gugatan hukum. “PJTKI Nur Aini Insan Mandiri” Suradadi Kabupaten Tegal, sebagai pihak yang memberangkatkan tak luput dari gugatan. Termasuk Purnomo asal Kelurahan Slerok Kota Tegal, yang dalam hal ini bertindak sebagai perantara pertama.
Gugatan hukum mantan TKW ini dipercayakan pada LBH Rakyat Brebes, dan sudah dilaporkan ke Polres Brebes Juni lalu. Kemarin Sutirah, didampingi kuasa hukum M Syamsul Haris SH mendatangi Polres Brebes. Kedatangannya itu untuk menanyakan perkembangan dari kasus yang sudah dilaporkan.
“Klien kami ini jelas dirugikan. Karena awalnya dijanjikan bekerja di sana, tapi nyatanya diberikan visa turis. Sementara klien kami telah mengeluarkan dana yang lumayan besar. Termasuk dana untuk kepulangannya dari Malaysia,” kata M Syamsul Haris, didampingi korban dan suami tercinta kemarin di Polres.
Adapun keberhasilannya pulang dari Malaysia, itu semua berkat bantuan tiga saudaranya yang sudah lebih dulu menetap disana. Tapi malang bagi wanita ini yang terpaksa harus kabur, yang itu semua gara-gara dokumen paspornya tercatat sebagai turis. Bukan visa kerja, sesuai janji awal dari sang PJTKI. (din)
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.