Lagi, TKI Brebes Jadi Korban Penyiksaan

Sunday, 04 January 2009

BREBES – Nasib Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Brebes seolah tak pernah lepas dari penderitaan. Kali ini nasib mengerikan menimpa Kemi binti Carniah (28 tahun) warga RT 6/RW 2 Desa Losari Lor, Kecamatan Losari.

Sekujur tubuhnya hampir dipenuhi luka bekas seterika listrik, termasuk empat buah giginya juga rontok. Korban kini masih dirawat di RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur, namun pihak keluarganya baru mengetahui kondisi Kemi sekarang ini.

Jamaludian, aktivis Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) yang menemukan kasus itu pun tidak habis piker. Karena selama tiga bulan dirawat di RS Polri, tidak ada penanganan serius dari pemerintah, termasuk memberitahukan keluarganya di Brebes. Kelurga Carniah, yang mengetahui anaknya seperti itu pun langsung shock dan menangis. Karena sejak berangkat Juni 2008 lalu, Kemi tidak bernah memberikan kabar sama sekali kepada keluarganya.

“Sekarang kondisinya kritis karena tubuhnya dipenuhi bekas seterikaan dan masih dirawat di RS Polri Kramat Jati, kita bersama keluarga nanti akan berangkat ke Jakarta, meminta bantuan ke BNP2TKI, Deplu dan instansi terkait,” tutur Jamal, yang mendatangi rumah keluarganya Minggu (4/1) kemarin.

Menurut Jamal, berdasarkan informasi yang dia peroleh, Kemi disiksa majikannya di Madinah Arab Saudi selama sebulan. Ketika sudah tidak berdaya, korban langsung dipulangkan dengan alas an tidak dapat bekerja. Korban yang kondisinya memprihatinkan itu pun begitu tiba di Indonesia langsung di bawa ke RS Polri Kramat Jati.

Namun sayangnya, pihak yang bertanggung jawab, seperti Depnaker maupun BNP2TKI tidak melakukan langkah-langkah untuk mengungkap kasus tersebut. Itu terbukti selama tiga bulan dirawat di rumah sakit, keluarga korban tidak diberitahu. Padahal seharusnya pemerintah, begitu mengetahui ada kasus yang menimpa warga negaranya seharusnya langsung bertindak. Antara lain dengan mengungkap kasus itu dan memenjarakan pelakunya.

“SBMI juga akan melakukan aksi di depan Kedubes Arab Saudi, agar menindaklanjuti temuan kasus tersebut. Karena kasus ini lebih parah dari kasus Nirmala Bonat,” katanya kepada Radar.

PT Bughsan Laprindo yang memberangkatkan Kemi pun diminta untuk turut bertanggung jawab. Selain itu, Jamal juga meminta Pemkab Brebes untuk membantu kasus itu, antara lain dengan menekan pemerintah pusat agar segera menanganginya. (riz)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: