Ancaman Jaringan Pangan Global

Judul: The End of Food
Penulis: Paul Robert
Penerbit: Houghton Mifflin Company
Cetakan: I, 2008
Tebal: xxvi + 390 halaman

Industri pangan tersentak ketika pada Oktober 2006 ditemukan bakteri E.coli O157:H7 pada kantong bayam segar di California. Kabar buruk ini diikuti dengan kasus ditemukannya salmonella pada mentega kacang dan skandal kandungan bahan berbahaya pada makanan yang diimpor dari China. Pengawasan pada keamanan makanan tidak terjamin lagi. Apalagi setelah dilakukan penelitian selama 6 bulan, hasil investigasi tidak dapat memastikan bagaimana E.coli mencemari bayam tersebut.

Sistem rantai pangan modern yang memproduksi dan mendistribusikan bahan pangan ke seluruh dunia pada saat yang sama menciptakan peluang untuk penyebaran kuman. Ini dapat berupa patogen yang terbawa makanan seperti E.coli dan salmonella atau jenis lain seperti flu burung dan virus mutan yang pada masa mendatang bisa mengakibatkan wabah global.

Sistem pangan berbasis industri dewasa ini juga saling tergantung dan terintegrasi secara global. Gangguan pada salah satu wilayah atau rantai industri-produsen-pengolah-distribusi akan memengaruhi stabilitas pada bagian lain. Pusat problem ini adalah Asia. Dengan kepadatan populasi, pesatnya pertumbuhan sektor pangan, serta besarnya kesenjangan antara kemampuan medis dan sistem politik, Asia berpeluang menjadi awal petaka tersebut.

Untuk menghindari efek domino yang bermula dari Asia, harus diupayakan suatu sistem pangan berbasis regional untuk menggantikan jaringan nasional atau global. Penulis buku The End of Food ini menekankan perlunya keseriusan membangun sistem pangan alternatif tersebut. Menipisnya minyak bumi juga merupakan ancaman bagi ekonomi pangan. Perannya sebagai bahan bakar traktor dan transportasi pangan serta sebagai bahan dasar kimia pupuk dan pestisida belum tergantikan oleh sumber energi lain.

Regionalisme pertanian dianggap sebagai salah satu cara untuk melindungi keamanan pangan. Cara ini menjanjikan terciptanya sistem yang lebih aman, ramah lingkungan, serta hemat energi dan biaya. Idealnya, minimal sepertiga dari kebutuhan pangan dapat dipenuhi oleh produksi sendiri sehingga mengurangi ketergantungan dan gangguan dari pasokan eksternal. (THA/Litbang Kompas)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: