Kedes di Pantura Tolak “Parade Nusantara”

Minggu, 16 November 2008

WARUREJA – Kepala desa di wilayah pantura, menolak secara keras maupun menyikapi acuh dengan dilaksanakannya pertemuan Parade Nusantara berlokasi di Jakarta pada Senin (17/11) sekarang. Seperti diutarakan Ketua Paguyuban Kepala Desa Warureja, HM Syakur bahwa pihaknya tak mengirimkan dan tak ada kepala desa yang datang ke Jakarta dengan maksud mengikuti kegiatan Parade Nusantara.

Pasalnya, kegiatan tersebut memiliki tujuan yang tak masuk akal. “Kalau mereka sekarang ini menuntut adanya penambahan jabatan kepala desa dari yang enam tahun menjadi sepuluh tahun jelas tak realitis. Karena semua itu sudah diatur dalam UU. Kecuali mereka menuntut setelah selesai kemudian diadakan lagi dengan mengesahkan kembali UU yang baru atau kembali ke aturan UU terdahulu yakni lamanya jabatan sepuluh tahun,” katanya, Minggu (16/11) kemarin.

Terlebih lagi, seperti diungkapkan HM Syakur bahwa yang selama ini digencarkan dalam Parade Nusantara adalah politik. Dengan tak masuknya dalam pernomoran urut partai politik, Parade Nusantara ingin menggenjot lebih lanjut keeksisannya. “Kalau berbau politik kami jelas tak akan mendukung dan dalam UU dan PP pun sudah dijelaskan kalau kepala desa tak boleh ikut perpolitikan. Kecuali kalau atas nama Praja mungkin bisa,” terangnya.

Di lokasi berbeda, Kepala Desa Maribaya, Sumarto mengatakan pihaknya tak mendukung apa yang dilaksanakan Parade Nusantara di Jakarta. Walau pihaknya kurang mengetahui secara persis acara tersebut namun saat ini Sumarto dan sebagian besar kepala desa di Kramat tak terlibat langsung dalam acara tersebut. “Kami sebagai pemerintah desa hanya ingin mensejahterakan warga dengan pelayanan semaksimal mungkin. Karena itu sudah tugas desa, bukan malah memikirkan yang bukan menjadi kewenangannya,” tandasnya.

Sementara itu, suasana yang tak berbeda jauh juga terlihat dalam perkumpulan Paguyuban kepala desa di Kecamatan Pangkah. Dari dua puluh tiga desa sepakat menyatakan untuk menolak keras politisasi kepala desa dalam kegiatan Parade Nusantara. Terutama adanya instruksi dari Pemda Kabupaten Tegal agar semua kades lebih mengutamakan dalam pembangunan desa yakni melayani warganya. (cw4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: