Audiensi LBH Rakyat Brebes Desak DPRD Bikin Perda TKI

Senin, 17 November 2008

BREBES – Korban TKI Malaysia asal Krasak Sutirah (38), mengakui terus terang niatnya kerja ke Malaysia setelah sebelumnya membaca pamflet yang ditempelkan di atas pohon.  Dalam pamflet itu ditawarkan, siapa yang minat bekerja ke luar negeri segera menghubungi alamat yang tertera. Karena tertarik sehingga korban segera menghubungi, dan puncaknya pada akhir 2007 akhirnya jadi berangkat ke Malaysia. Tapi apa yang terjadi, karena visa yang diterimanya bukan visa kerja namun visa kunjungan wisata. Padahal hingga berangkat sudah membayar ke PJTKI, mencapai puluhan juta.

Korban sendiri selama kerja selalu cemas. Khawatir dirasia, sehingga dia terpaksa memberi sogokan. Dan itu terjadi berulang, dan puncaknya korban pilih kabur melalui jalur tikus. Pengalaman Sutirah ini disampaikan saat audensi bersama Komisi C DPRD Brebes, Senin (17/11). “Saya ke Malaysia, setelah membaca iklan yang menempel di pohon mangga, ” kata Sutirah.

Apa yang dialami Sutirah menunjukan Dinas Kependudukan dan Tenaga Kerja (Disduknaker) Brebes, minim dalam menyampaikan sosialisasi. Utama informasi bursa tenaga kerja luar negeri. Perlu tau kehadiran Sutirah tak sendirian, namun bersama puluhan orang dari LBH Rakyat Brebes. Audensi itu digelar dalam upaya mendorong legeslatif, untuk segera dibuatnya Perda tentang TKI. Mengingat kasus kekerasan terjadi, dimana korbannya itu kebanyakan dari Kabupaten Brebes. Sehingga dalam hal ini menurut Ketua LBH M Harris SH, Pemda Brebes perlu membuat aturan. Dimana aturan itu dibuat untuk melindungi warganya, yang bekerja di luar negeri. Termasuk upaya menghalau petualangan calo tenaga kerja, yang banyak bergentayangan di desa-desa.

“Kami mengusulkan perlu adanya PERDA perlindungan TKI, sebagai perwujudan dari komitmen pemerintah pada perlindungan TKI,” kata M Harris, yang disampaikan pada anggota Komisi C. Suhintoro dari Disduduknakertrans Brebes, dalam audensi ini menjelaskan semua permasalahan menyangkut nasib TKI Brebes di luar negeri. Setiap ada kejadian, pihaknya dalam hal ini langsung menanggapi dengan memberi laporan ke pihak terkait, sehingga ditangani secara cepat. Anggota Komisi C Ir Masruchi Bachro mengatakan, terhadap permasalahan tenaga kerja Pemda dalam hal ini terkesan lepas tangan. Atau dalam kasus buruh migran ini Masruchi Bachro, memakai ungkapan lokal, “Jor Klowor”, yang itu artinya sama saja dengan tidak peduli atau membiarkan begitu saja. “Sehingga saya pun mendukung adanya Perda TKI. Ini untuk melindungi,” kata Masruchi Bachro.

Pimpinan sidang Saefulloh menjelaskan, untuk kasus-kasus TKI dewan dalam hal ini bekerjanya sesuai yang jadi wewenangannya. Apa yang disampaikannya itu terkait desakan, agar dewan bisa melakukan klarifikasi ke Polres Brebes mengenai laporan-laporan dari para buruh migran. (din)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: