Pasang naik PDI Perjuangan di Kota Tegal

Kota Tegal umumnya menyambut “fenomen Ikmal” yang menang 71% dengan sederhana, nyaris biasa saja. Sebagian warga tampak adem ayem saja karena menilai sebagai suatu kewajaran. Sebagian warga lainnya, masih terkesan akan hasil Pilkada Kota Tegal yang luar biasa. Selain ucapan selamat yang kerap muncul di media, hampir tidak ada baliho dan spanduk ucapan selamat yang mejeng di sudut-sudut kota. Hanya di dekat alun-alun, di pojok bekas bioskop Dewa, tampak spanduk dari PKL yang menulis, “Selamat Datang…”

Peralihan dari Walikota yang sekarang ke walikota baru tampak mulus-mulus saja. Ada kesan kuat untuk menahan diri dari eufora. Bagaimanapun, kemenangan Ikmal bagi kader PDIP meningkatkan moral dan motivasi kader partai yang masih muda. Seperti di Ranting PDIP Randugunting, Tegal Selatan, 9 November yang lalu, sejumlah kader muda PDI Perjuangan menyelenggarakan Peringatan Hari Pahlawan, sekaligus syukuran atas untuk kemenangan Ikmal. Dua ratus undangan, yang terdiri atas warga, tua-muda, lelaki-perempuan. Musik band, yang diberinama “band merah,” ikut memeriahkan acara makan malam sederhana di sebuah jalan Randugunting. Hadir diantara undangan adalah H Ikmal Jaya, dua calon DPR dapil 9, yaitu M Prakosa, M Yamin SH, dan calon DPRD Pemalang, Adi Rustanto.

Ali Wahyudi, Ketua PDI Perjuangan di Ranting Randugunting maju menjadi Caleg DPRD. Pencalonannya yang didukung kader yang lebih tua, dan warga kelurahan yang sebelumnya berpengalaman dalam mengorganisir dukungan. Ini membuktikan bahwa PDI Perjuangan Kota Tegal mampu melahirkan pemimpin dari basis pendukungnya sendiri. Bagi para kader muda itu, “fenomen Ikmal” membangkitkan kenangan kembalinya tahun 1999. Ketika itu mereka menyaksikan arus bawah mendongkrak PDIP Megawati menjadi partai pilihan rakyat, dan mendulang 12 dari 30 kursi DPRD di Kota Tegal.

Di Tegal ada banyak kader muda yang mulai aktif di PDIP sejak 1999. Ada yang telah lebih dulu berkarir di DPRD seperti Oyip, ada yang baru pertamakali nyaleg seperti Ali Wahyudi, ada yang pertamakali calon Walikota seperti Ikmal. Optimisme bahwa PDI Perjuangan dapat merebut kembali simpati warga seperti tahun 1999 itu diyakini oleh M Yamin SH, yang mendirikan LBH Tegal setahun yang lalu. “Tidak ada krisis kader di sini,” katanya. Kader di pusat harus lebih sering ke bawah. “Setiap wakil rakyat idealnya mempunyai office di dapilnya, melakukan social work, sehingga kehadiran partai dirasakan manfaatnya oleh warga, dan dapat memunculkan kepemimpinan lokal.”

Mampukah pasang naik PDI Perjuangan di Kota Tegal berlanjut? Bahkan meningkat, sampai pemilihan calon legislatip bulan April yang tinggal 5 bulan lagi? Bahkan mampu mengembalikan kepemimpinan Megawati seperti tahun 1999? Syukuran “Kemenangan Ikmal,” masih terus bergulir di tingkat kelurahan di mana ranting PDI Perjuangan berada…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: