Gotong Royong Solusinya …

Berbeda dari partai-partai baru, PDI Perjuangan punya basis pendukung tetap. Siapa mereka? Mereka itu 30-35 persen penduduk paling miskin. “Kalau partai lain menawari seseorang menjadi calegnya untuk menjaring kader,” maka “menjadi caleg PDI Perjuangan kadernya saja harus ngantri, sampai gontok-gontokan.” Dengan gotong royong solusi dapat ditemukan untuk setiap stuasi di lapangan. Demikian M Yamin dalam pertemuan warga yang diselenggarakan Sukarto Saleh, Sekretaris PAC di satu kecamatan di Brebes.

Seratus warga menghadiri pertemuan untuk menunjukkan dukungan kepada Sukarto yang maju caleg Brebes. Dalam pertemuan yang dihadiri beberapa ranting, dibahas keberadaan partai di kecamatan dan perlunya ada wakil rakyat yang dapat mengurus kadernya. Dalam pertemuan itu diputuskan pertemuan rutin bulanan, dan dibuat posko sebagai pusat kegiatan.

“Cara PDI Perjuangan memenangkan pilcaleg, pilkada, atau pilpres, sebenarnya sederhana,” kata M Yamin. Caranya dengan menghidupkan kegiatan partai. Mulai dari pertemuan PAC-ranting, pertemuan Ranting-anak ranting, pelatihan saksi, pelatihan guratlih, dan social work. Tujuan pertemuan ialah “untuk membuat program.”

Gotong royong menjadi modus bagi caleg PDI Perjuangan di Tegal-Brebes. Kader PDI Perjuangan di Jatibarang mengadakan pertemuan di halaman rumah Bambang Zainuri. Seratus orang hadir dalam pertemuan di halaman rumahnya. Dalam sambutannya Bambang menegaskan komitmennya untuk menghidupkan kegiatan partai di tingkat ranting, dengan menyumbangkan 25% dari gaji DPRD untuk kegiatan ranting.

Gotong royong menjadi cara paling diandalkan untuk mencapai hasil optimal. Inisiatip datang dari beragam latar belakang. Kader yang berpengalaman dan dituakan biasanya mendorong yang lebih muda dan dipercaya untuk maju, dan mereka ikut memikul beayanya. Kader yang berpengalaman dan punya kesempatan menggunakan momentum yang ada untuk membuat ikatan dengan sesama kader dalam membangun partainya. Seperti Darto, Ketua PAC Larangan yang menjadi caleg Brebes, berjanji membagi separo dari gajinya kalau terpilih nanti.

Ketentuan “mencontreng” dalam pemilihan legislatip di satu fihak, dan adanya keputusan DPP yang mengharuskan setiap caleg memenuhi standar performance 15% nilai kursi, mendorong kerjasama antar caleg. Dengan cara itu pencalegan dapat dipikul bersama dan motivasinya dapat diperbarui.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: