PDIP-PKS Berpeluang Koalisi

Monday, 15 September 2008 JAKARTA(SINDO)

PDI Perjuangan dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuka peluang koalisi untuk memuluskan duet Megawati Soekarnoputri-Hidayat Nur Wahid. Dua partai politik (parpol) ini pun mengisyaratkan akan menggabungkan dua alur massa yang berbeda. Sebagai partai nasionalis, PDIP sejak beberapa bulan lalu membuka diri untuk kalangan muslim dengan membentuk organisasi sayap Baitul Muslimin Indonesia. Setali tiga uang, PKS juga mengakui telah berupaya menghilangkan dikotomi kelompok keagamaan dan membuka diri untuk kaum nasionalis di Indonesia.

Sikap searah yang ditunjukkan PDIP dan PKS ini akan semakin menguatkan pencalonan Megawati Soekarnoputri-Hidayat Nur Wahid menuju kursi presiden dan wakil presiden 2009 mendatang.
“Kita siap dan selalu terbuka untuk berkoalisi dengan partai apa saja, termasuk PKS.Tapi, untuk menuju ke arah itu harus ada penyamaan persepsi kebangsaan, yakni mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi kita,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Pramono Anung kepada SINDO di Jakarta kemarin.

Di Makassar, Sekjen DPP PKS Anis Matta menyatakan, pencalonan Megawati-Hidayat pada Pemilihan Presiden 2009 dimungkinkan jika Mega dan PDIP memiliki visi dan misi yang sama dengan partainya. Kesamaan tersebut harus berbasis pada agenda yang sama yang dikuatkan dengan kontrak politik. “Tidak masalah. Yang penting sama agenda karena dengan itu kami bisa mengarahkan visi dan misi,” katanya dalam sebuah diskusi politik di Makassar kemarin.

Sebelumnya Presiden PKS TifatulSembiringmengatakan, berdasarkan sejumlah riset, koalisi PKS dengan PDIP merupakan koalisi yang dianggap bisa mendatangkan pemilih dalam jumlah paling besar.Karena itu, dia membuka peluang untuk mendukung Megawati. Selain itu,koalisi partai Islam dengan partai nasionalis merupakan pilihan koalisi yang bisa mendatangkan pemilih paling banyak.Hal itu terlihat dari keberhasilan koalisi PKS dan PDIP pada beberapa pemilihan kepala daerah (pilkada).

Menurut Pramono Anung, koalisi dengan PKS bisa menjadi koalisi ideal, mengingat PDIP dan PKS merepresentasikan diri sebagai partai berbasis nasionalis dan Islam. Karena itu, Pramono melihat apa yang diwacanakan Tifatul bisa direalisasikan setelah Pemilu 2009. Lebih lanjut Pramono mengungkapkan, pertimbangan PKS yang melihat beberapa hasil survei tidak berbeda jauh dengan survei internal yang dilakukan PDIP. Sebab, kata dia, dalam survei internal, PDIP juga selalu muncul nama kader PKS sebagai salah satu calon yang bisa disandingkan dengan Megawati.

” Apa yang disampaikan Pak Tifatul tidak beda jauh dengan survei internal kita. Jadi, mungkin saja kita nanti berkoalisi,” tandasnya. Pramono juga mengakui intensitas pertemuan PKS dengan PDIP melalui beberapa forum.”Yang jelas, hubungan kita dengan PKS sudah lebih baik dibandingkan yang lalu.PKS juga beberapa kali menghadiri acara PDIP.” (rahmat sahid/ant) www.yaminsh.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: