PDI-P Ungguli Golkar – Survei IRDI (Juli 2008)

PDI-P Ungguli Golkar - Survei IRDI (Juli 2008)

PDI-P Ungguli Golkar - Survei IRDI (Juli 2008)

KOMPAS.com
Lambang PDI-P dan Partai Golkar
/Kamis, 31 Juli 2008 | 11:35 WIB

JAKARTA, KAMIS – Partai Golkar sepertinya tak bisa menutup mata atas survei yang dilakukan Indonesian Research and Development Institute (IRDI) baru-baru ini. Hasil Suvei Politik Nasional II yang dilakukan IRDI pada 5-12 Juli 2008 itu menunjukkan, posisi Golkar berhasil disalip PDI Perjuangan (PDI-P). Padahal, pada survei Politik Nasional I, Golkar menduduki posisi puncak.

Kunjungan ke daerah-daerah yang dilakukan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum dinilai sebagai faktor pendongkrak dukungan terhadap partai berlambang banteng moncong putih itu. Ketika diajukan pertanyaan “Jika pemilihan umum dilakukan hari ini, partai manakah yang akan Anda pilih?”, 26,3 persen responden memilih PDI-P dan 24,6 persen memilih Golkar.

“Saat ini, PDI-P mengalahkan Golkar. Menurut kami, mungkin PDI-P berhasil memanfaatkan kesulitan masyarakat saat ini dengan mengampanyekan partainya sebagai partai wong cilik. Seperti kita lihat, Megawati belakangan sering melakukan kampanye,” kata Direktur IRDI Notrida Mandic dalam pemaparan hasil survei IRDI di Jakarta, Kamis (30/7).

Survei ini menempatkan Partai Demokrat pada posisi ketiga (11,2 persen), diikuti Partai Keadilan Sejahtera (9,12 persen) dan Partai Kebangkitan Bangsa (5 persen).

Berdasarkan Survei Politik Nasional yang telah dua kali dilakukan IRDI, posisi pertama dan kedua dalam Pemilu 2009 diprediksi akan tetap diduduki PDI-P dan Golkar. “Seluruh partai besar mengalami penurunan suara, kecuali PKS yang malah naik dari 6,8 persen ke angka 9 persen,” kata Project Manager IRDI Hasan Nasbi.

Selain menduduki peringkat pertama sebagai partai yang mendapat dukungan pilihan terbesar, pemilih PDI-P juga paling loyal. Sebanyak 80,7 persen responden yang mengaku memilih PDI-P pada Pemilu 2004 menyatakan akan kembali memilih partai tersebut pada Pemilu 2009 mendatang.

Selain PDI-P, loyalitas pemilih terhadap partai yang dipilihnya dalam Pemilu 2004 itu juga ditunjukkan oleh pemilih partai-partai besar lain meski dengan angka yang bervariasi. Sebut saja, pemilih Partai Golkar pada Pemilu 2004 yang akan tetap memilih partai berlambang beringin itu pada Pemilu 2009 masih 79,2 persen, PKS 78,2 persen, PKB 66,9 persen, PPP 66,2 persen, dan PAN 54,2 persen.

Yang perlu mendapat perhatian dari pengurus partai tentunya adalah Partai Demokrat. Sebagai the ruling party, parpol yang didirikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu akan ditinggalkan sebagian besar massa pemilihnya pada Pemilu 2004. Pemilih Partai Demokrat yang tetap akan memilih partai berlambang segitiga biru merah putih itu tinggal 44,3 persen!

“Hingga saat ini, empat besar diduduki Golkar, PDI-P, PKS, dan Demokrat. Posisi satu dan kedua berganti-ganti antara Golkar dan PDI-P, sedangkan posisi ketiga dan empat kalau tidak PKS ya Demokrat. Kita lihat bagaimana persaingan antarempat partai ini pada survei berikutnya yang akan kami lakukan tiga bulan mendatang,” kata Hasan.

Survei Politik Nasional II ini dilakukan terhadap 2.600 responden yang tersebar secara proporsional di 33 provinsi dan 260 desa/kelurahan. Responden merupakan penduduk Indonesia yang berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah. Tingkat kepercayaan (significant level) 95 persen dan sampling error 1,9 persen.

Megawati Lewati SBY – Survey Juni 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: