Harga Sayur Anjlok, Petani Menjerit



Senin, 21 Juli 2008
SIRAMPOG – Petani sayuran di Kecamatan Sirampog yang merupakan salah satu daerah penghasil sayuran di Kabupaten Brevbes, mengeluhkan anjloknya harga sayuran. Salah satu jenis sayuran yang harganya jatuh bawang daun.
Madraini (48 tahun)  petani bawang daun di Desa Sridadi mengatakan, saat ini harga sayuran berwarna hijau tua ini hanya Rp 700 per kilogram padahal biasanya mencapai Rp 9000 per kilogram.
“Kondisi seperti ini jelas sangat merugikan para petani, karena mereka sama sekali tidak dapat mencapai keuntungan yang di harapkan,” ungkapnya.
Meski demikian, di kawasan sentra produksi sayuran tersebut, ratusan petani masih melakukan aktivitas penanaman dan panen sayuran jenis daun-daunan seperti bawang daun, wortel, buncis, saucin, brokoli dan jenis sayuran lainnya. Hal itu dui sebabkan karena mayoritas warga di daerah tersebut hanya mengandalkan sektor pertanian sebagai kegiatan ekonominya.
“Sekarang harga bibit bawang daun sudah mencapai Rp 1500 per kilogram, sementara harga jualnya hanya Rp 700 per kilogram. Petani jelas terbebani dengan biaya penanaman, pengobatan dan pemeliharaannya,” lanjut Madraini.
Akibat anjloknya harga bawang daun tersebut, banyak petani merasa frustasi. Kebanyakan mereka membiarkan tanaman meskipun telah memasuki masa panen.
Sudiryo Sekretaris Desa yang juga petani sayur di Sridadi mengatakan, anjloknya harga jual sayur di tingkat petani juga di sebabkan ketidak mampuan para petani di dalam menentukan harga di pasaran.
“Selain di jual di pasaran lokal, hasil pertanian dari sini di jual kebeberapa daerah seperti kabupaten Banyumas, Tegal dan beberapa daerah di Jawa Barat. Biasanya para pembeli datang langsung kepada para petani secara perseorangan, hal itu jelas sangat menyulitkan petani untuk menentukan harga jual dipasaran karena biasanya pembeli yang menentukannya,” kata Sudiryo.
Untuk itu menurut Sudiryo, sebagai upaya agar para petani mampu turut menentukan harga di pasaran perlu di bentuk suatu wadah bagi para petani di daerahnya.
“Bisa diadakan semacam koperasi bagi para petani sehingga petani dapat memanfaatkannya tidak hanya masalah penentuan harga jual saja namun juga sebagai wadah bersama di dalam membahas seputar masalah pertanian lainnya,” urai Sudiryo. (cw2)

2 Tanggapan to “Harga Sayur Anjlok, Petani Menjerit”

  1. semangat terus petani2ku….
    yang penting tetap bersyukur

  2. harga selalu jadi masalah di tingkat petani, kenapa yah…..?

    selamat berjuang khususnya bapa2 petani yang lahanya pas-pasan
    semoga nasibmu di perhatikan oleh pemerintah.

    semangat……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: