Bupati: Program laptop tak perlu persetujuan Dewan

Sragen (Espos)  Bupati Sragen Untung Wiyono menegaskan program pengadaan laptop untuk kepala desa (Kades) di Bumi Sukowati tidak perlu mendapat persetujuan anggota Dewan.
Menurut dia, program pengadaan laptop merupakan kewenangannya sebagai Bupati dalam menentukan penggunaan alokasi dana desa (ADD). ”Yang berwenang menentukan penggunaan ADD adalah Bupati. Sehingga tidak perlu persetujuan Dewan dalam penggunaan dana ADD untuk pengadaan latop,” ujarnya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (7/7).
Untung menyayangkan sikap anggota Dewan yang tidak menyetujui program pengadaan laptop guna mendukung pemasaran potensi (produk) lokal desa. Dia menilai para anggota Dewan yang menolak pengadaan laptop bagi Kades merupakan wakil rakyat yang tidak mengerti tentang teknologi dan perkembangan zaman.
”Keberadaan laptop akan sangat membantu pemasaran produk desa. Dalam hitungan singkat, pemasaran produk lokal akan lancar dan mendatangkan banyak keuntungan,” tegasnya.
Untung melanjutkan program pengadaan laptop merupakan aspirasi dari para Kades. Menurutnya, seluruh Kades di Bumi Sukowati telah mengajukan usulan pengadaan laptop dari pos operasional pemerintah desa (Pemdes) ADD. Ditandaskan dia, Pemkab Sragen tidak mengoordinasi dana ADD untuk pengadaan laptop dari desa. Pemkab sebatas memantau transparansi pengadaan laptop yang teknisnya diserahkan kepada masing-masing pemerintah desa.
Bupati menerangkan Pemkab Sragen juga tidak memaksakan Pemdes supaya mengadakan laptop dari rekanan (pihak swasta) tertentu. Namun diakuinya, Pemkab Sragen sebatas merekomendasikan pihak swasta yang bergerak di bidang teknologi modern itu. Sedangkan dana untuk pengadaan laptop per-Kades dianggarkan sekitar Rp 7,5 juta per unit.
”Kami mendapat tawaran laptop murah merk Toshiba dengan harga spesial. Harga di pasaran umum sekitar Rp 10 juta per laptop, jadi berhubung murah ya disosialisasikan saja kepada Pemdes,” paparnya.
Senada, Kepala Dinas Pemberdayaan Keluarga Berencana dan Masyarakat (PKBM), Sarwaka, menuturkan besaran ADD tahun 2008 senilai Rp 15,5 miliar, atau naik dibandingkan tahun 2007 yang dialokasikan senilai Rp 13,7 miliar. Melihat besaran dana yang diterimakan ke desa sekitar Rp 76 juta-Rp 84 juta, persentase penggunaan dana Rp 7,5 juta untuk pengadaan laptop tidak berpengaruh banyak. ”Sesuai petunjuk Bupati, perangkat desa sebaiknya sedikit mengencangkan ikat pinggang,” harap dia. – kur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: