Tolak Relokasi: Hari Ini, PKL PAI Demo

Rabu, 05 Maret 2008 TEGAL (NP) – Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di Obyek Wisata (OW) Pantai Alam Indah (PAI) Kota Tegal, rencananya akan menggelar demo di Gedung DPRD Kota Tegal, Kamis (6/2). Aksi demo tersebut sebagai bentuk penolakan PKL PAI yang hendak direlokasi oleh Dinas Perhubungan, Pariwisata, dan Seni Budaya (Dishubparsenbud) Kota Tegal.
Salah seorang PKL, Buyung Harsono kepada NP, Rabu (5/3), mengatakan PKL sudah mencoba berkoordinasi dengan Dishubparsenbud sebagai pengelola. Tapi, hasilnya PKL tetap dipindah. “Karena kami tidak mendapatkan respon baik dari Dishubparsenbud, maka kami akan menggelar demo. Dengan aksi ini, diharapkan dewan yang menjadi wakil rakyat, bisa memperjuangkan nasib kami,” kata Buyung.
Ia mengakui, pada awalnya PKL setuju dengan rencana relokasi itu. Tapi, karena Dishubparsenbud tidak memberikan ganti rugi, PKL menolak. Ketika sejumlah PKL dipanggil Dishubparsenbud pekan lalu, PKL sudah menyampaikan permintaan ganti rugi tersebut. Tapi, permintaan itu ditolak.
Sebelumnya, enam perwakilan PKL PAI mendatangi kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jalan Samadikun Nomor 16 Kota Tegal, Senin (3/3). Kedatangan mereka untuk meminta bantuan LBH soal relokasi PKL.
Salah seorang PKL, Bagong, mengatakan di atas lahan yang akan dibangun monumen bahari, waterboom, anjungan wisata dan restoran terapung, berdiri 15 warung dan ada 29 PKL yang berjualan. “Saat itu, seluruh PKL PAI yang berjumlah 29 diundang semua, cuma yang hadir ada 24 orang. Saya sangat kecewa, karena saat diundang, kami tidak diberikan kesempatan untuk membela diri,” kata Bagong.
Mulai tanggal 10 Maret mendatang, lanjut Bagong, PKL harus meninggalkan lokasi dan pindah ke sebelah timur. Bahkan, jika hingga akhir bulan Maret PKL belum pindah, maka Disbubparsenbud bakal merelokasi paksa.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dishubparsenbud Kota Tegal, Sumito SIP mengaku sudah mendengar rencana aksi demo tersebut. “Saya tidak bisa komentar banyak, termasuk soal permintaan ganti rugi. Sebelumnya, PKL sudah membuat pernyataan tidak akan meminta ganti rugi. Perjanjian itu sudah disepakati sejak tanggal 9 Maret 2006. Setelah itu, ada perjanjian lagi dengan isi yang sama. Saya heran, sudah ada perjanjian, PKL tetap meminta ganti rugi,” kata Sumito.
Pekal lalu, Dishubparsenbud juga sudah mengundang PKL. Hasilnya, seluruh PKL menyetujui. Bahkan semua PKL mendukung rencana pemkot membangun waterbom, monumen bahari, anjungan wisata dan restoran terapung TR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: