TKW Kabur Lewat Jalur Tikus

TKW Kabur Lewat Jalur Tikus

Jumat, 04 Juli 2008
BREBES – Seorang TKW asal Desa Krasak Kecamatan Brebes Sutirah (28), mengalami nasib tragis saat dikirim ke Malaysia. Sesuai yang dijanjikan ia akan dipekerjakan di sebuah pabrik garmen. Tapi apa yang terjadi, ternyata bukan pabrik garmen tapi dipekerjakan di kantin proyek. Lebih tragisnya lagi dokument paspor yang dibawanya bukan sebagai visa kerja. Tapi visa turis, yang masa berlakunya satu bulan. Sehingga mau tak mau, ketika visa turis itu habis masa berlakunya Sutirah pun diluputi ketakutan. Kadang untuk menghindari kejaran petugas sana ia pun nekad nyogok sama petugas. Aksi nyogok
dilakukan Sutirah sampai empat kali. Mau tau berapa uang yang harus dikeluarkan untuk sekali nyogok. Sampai 400 ringgit. Tak pelak gaji tiga bulan habis
hanya untuk nyuap petugas. Inilah pilihan yang harus tempuh agar bisa bertahan bekerja disana. Tapi kecemasan ada batasnya. Sebagai puncaknya wanita beranak dua ini akhirnya nekad memilih kabur. Tapi mau kabur lewat mana ? Maka dipililah jalur tikus. Sebuah jalur pelarian yang dipakai para imgran asal Indonesia. Jalur tikus ini sebelum sampai laut lepas, orang itu harus lebih dulu melewati daerah hutan. Trasportasi yang umum dipakai untuk melarikan diri adalah kapal pompong. Sejenis kapal cadik, yang memuat lima tujuh penumpang. Dengan membayar sekitar 1200 ringgit, Sutirah akhirnya berhasil kabur dari Malaysia. Kapal yang ditumpanginya dari Slangor, akhirnya sampai juga ke Tanjung Balai Karimun Riau. Sebuah perjalanan yang cukup melelahkan. Makan waktu sekitar dua hari dua malam. Sesampai di Riau ia memutuskan langsung pulang ke kampung halaman. Kini ia kumpul bersama keluarganya
Atas apa yang dialami kini ia tengah berupaya mengajukan gugatan hukum. “PJTKI Nur Aini Insan Mandiri” Suradadi Kabupaten Tegal, sebagai pihak yang memberangkatkan tak luput dari gugatan. Termasuk Purnomo asal Kelurahan Slerok Kota Tegal, yang dalam hal ini bertindak sebagai perantara pertama.
Gugatan hukum mantan TKW ini dipercayakan pada LBH Rakyat Brebes, dan sudah dilaporkan ke Polres Brebes Juni lalu. Kemarin Sutirah, didampingi kuasa hukum M Syamsul Haris SH mendatangi Polres Brebes. Kedatangannya itu untuk menanyakan perkembangan dari kasus yang sudah dilaporkan.
“Klien kami ini jelas dirugikan. Karena awalnya dijanjikan bekerja di sana, tapi nyatanya diberikan visa turis. Sementara klien kami telah mengeluarkan dana yang lumayan besar. Termasuk dana untuk kepulangannya dari Malaysia,” kata M Syamsul Haris, didampingi korban dan suami tercinta kemarin di Polres.
Adapun keberhasilannya pulang dari Malaysia, itu semua berkat bantuan tiga saudaranya yang sudah lebih dulu menetap disana. Tapi malang bagi wanita ini yang terpaksa harus kabur, yang itu semua gara-gara dokumen paspornya tercatat sebagai turis. Bukan visa kerja, sesuai janji awal dari sang PJTKI. (din)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: