ABK Tewas di Malaysia

ABK Tewas di Malaysia


Friday, 18 April 2008
LAGI, TKI tewas di Malaysia. Seorang anak buah kapal (ABK) asal Desa Sokasari, Kecamatan Bumijawa Imam Khurmen dikabarkan meninggal di negeri jiran Malaysia. Karena dianggap sengaja ditutup-tutupi, keluarga mengadukannya ke Kantor Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kannakertrans), Jumat (18/4).

Imam Khurmen, warga RT 04 RW 02 Desa Sokasari adalah putra ketiga dari lima bersaudara pasangan Nasiri dan Sobikha. Dia bekerja sebagai ABK penambang pasir PT Sinyang Jalan Lanangsibu, Serawak, Malaysia sejak 11 Januari 2006. Imam dikabarkan teman kerjanya warga Desa Jejeg, Kecamatan Bumijawa, Lukman, mengalami kecelakaan tercebur ke sungai, Kamis (20/3), saat bekerja.

Laporan itu diterima pihak keluarga korban, Selasa (25/3). Menurut Lukman, mayat korban ditemukan, Kamis (10/4). Jasadnya terapung di permukaan sungai. Jenazahnya, tambah Lukman, dimakamkan di Malaysia, Sabtu (12/4). Semuanya diberitahukan melalui telepon.

“Namun, Selasa (15/4), Lukman pulang dengan membawa bukti foto pemakaman anak saya. Saat melihat foto, saya merasa janggal. Sebab di situ tertulis tahun 2007. Padahal, tahun dan waktu dalam foto kan tidak bisa dibohongi. Saya curiga dan langsung melaporkannya ke sini,” ungkap Nasiri bersama kakak korban, Misbah.

Kecurigaan Nasiri dan keluarga tak berhenti sampai di situ. Pasalnya, hingga sekarang, Lukman terkesan menutup-tutupi kasus kematian Imam. Bahkan, Lukman mengaku tak tahu, ketika ditanya nama Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (PPTKI) yang memberangkatkannya ke Malaysia.

“Lukman seperti menggelapkan informasi. Dari nama perusahaan hingga nasib yang sebenarnya menimpa anak saya,” jelas mantan kepala Desa Sokasari ini.

Kepala Kanakertrans Gufron Irawan SH Mhum melalui Staf Pengerah Tenaga Kerja Darmanto mengaku, telah mengontak Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Bantuan Hukum Indonesia (BHI) Departemen Luar Negeri beberapa saat setelah menerima pengaduan. Deplu, menurut Darmanto, meminta surat aduan resmi.

“Ini baru aduan pertama. Namun, saat ini juga pihak keluarga diminta membuat surat aduan ke bupati, sekaligus mengurus surat aduan ke Deplu. Kemungkinan, Senin (21/4), pihak kedubes di Malaysia sudah bisa melakukan pengecekan ke lokasi,” tandasnya.

Kasi Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Kanakertrans Gunawan SE menegaskan, siap membantu keluarga korban mendapatkan kejelasan nasib yang dialami Imam Khurmen. Jika dipastikan meninggal, kanakertrans akan mengupayakan perolehan hak-hak ketenagakerjaannya.

“Kami upayakan agar keluar santunan sesuai permintaan ahli waris korban,” tegasnya. (sef)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: