198 Hektar Lahan Terkena Tol

198 Hektar Lahan Terkena Tol

Kamis, 03 Juli 2008
SLAWI (NP) – Sekitar 198 hektar lahan milik warga Kabupaten Tegal pada 35 desa di 7 kecamatan bakal terkena proyek pembangunan jalan tol Trans Jawa. Dalam waktu dekat pematokan batas dan pembebasan lahan untuk proyek ini segera dilakukan. Tim Pengadaan Lahan dari Dirjen Binamarga Departemen PU Pusat, Rabu (2/7), sudah melakukan sosialisasi kepada 7 camat dan 35 kades yang wilayahnya terkena proyek itu.
Hal itu dikatakan Ketua Tim Pengadaan Lahan, Ir Suyoto didampingi Asisten II dan Kabag Keagrariaan Pemkab Tegal, kepada NP, saat memberikan sosialisasi pada sejumlah camat dan kades di ruang rapat Sekda Pemkab Tegal.
Lebih lanjut, untuk pematokan batas wilayah jalan tol itu, sesuai rencana awal Juli 2008 dimulai, Namun untuk pembebasan lahan masih menunggu tim pembebasan lahan (aprecial-red) yang kini masih tahap lelang.
“Saya berharap, saat ini warga jangan percaya kalau ada oknum yang mengatasnamakan tim pembebasan lahan. Yang baru dibentuk saat ini hanya tim pematok,” kata Suyoto.
Menurutnya, warga tidak perlu khawatir terkait teknis pembebasan lahan, karenan ada tim yang ditugaskan oleh Binamarga dan dikawal dari tim pembebasan Pemkab Tegal diketuanya Sekda Pemkab Tegal. Menyinggung beberapa tahun sebelumnya pernah ada pematokan lahan, yang paling berlaku adalah pematokan yang bakal dilakukan tim pada awal Juli ini.
Sejumlah kades yang lahannya terkena proyek ketika dimintai keterangannya merasa tidak keberatan. Mereka hanya menginginkan ada kebijakan dari pimpro, manakala ada sebidang lahan yang persentase terbesar terkena lahan, agar seluruh lahannya dibebaskan. “Misal luas tanah warga seluas 1.000 meter persegi, terkena pembebasan 900 meter persegi, saya mohon agar yang 100 meter persegi juga turut dibebaskan,” jelas kades Jatirawa M Abror.
Sementara, Asisten II, Drs Harmanto MM dan Kabag Keagrariaan, Fajar Rochwidi SIP, selaku Wakil Ketua Tim dan Anggota Pembebasan Lahan milik warga Kabupaten Tegal, merasa diringankan tugasnya dengan adanya tim aprecial dari pusat. “Kami nanti hanya mengantar dan memediatori antara tim aprecial dan warga yang lahannya terkena pembebasan proyek itu,” terang Harmanto.
Ditambahkan, untuk tahap awal sosialisasi ini, keduanya juga sudah membantu memediatori pertemuan antara Tim Pengadaan Lahan dari Dirjen Binamarga Departemen PU Pusat dengan sejumlah camat dan kades terkait. “Alhamdulillah tidak ada kendala berarti,” katanya GN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: