Minta Tebusan Rp 8 Juta: TKW Brebes Ditahan PJTKI

Minta Tebusan Rp 8 Juta: TKW Brebes Ditahan PJTKI

Kamis, 17 April 2008
BREBES (NP) – Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Brebes, Triyani (25) warga Desa Banjarharjo, Kecamatan Banjarharjo, diduga ditahan oleh Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) PT Grasa Cipta Utama, Jakarta. Keluarga TKW yang diberangkatkan ke Taiwan dan dipulangkan itu, dimintai tebusan Rp 8 juta. Suami Triyani, Hasan Hermawan (28), kepada NP Kamis (17/4) mengatakan, istrinya ditahan PJTKI PT Grasa Cipta Utama Jakarta sejak Sabtu (12/4) lalu. Pihak PJTKI meminta tebusan Rp 8 juta, agar istrinya bisa pulang ke Brebes. Kini, Tiyani berada di rumah Direktur PT Graha Cipta Utama, Fanny Setiadi Faizal, di Komplek Grand Garden, Kebon Jeruk Jakarta. Triyani hanya diberi makan sehari sekali oleh PT tersebut.
“Istri saya kalau telphon selalu nangis. Saya juga telah mendatangi PJTKI itu dan diminta bayar Rp 8 juta dan dipaksa untuk menandatangi surat perjanjian untuk membayar uang tebusan. Kalau tidak mau tanda tangan, istri saya akan dipenjara,” kata Hasan Herman.
Menurut dia, istrinya yang berangkat ke Taiwan pada Januari 2008 lalu, dipaksa pulang oleh agensi di Taiwan. Karena, kaki istrinya bengkak akibat naik turun tangga. Majikan Triyani sebenarnya baik, saat pulang majikan Triyani memberikan selimut dan jaket. Namun, PJTKI yang memberangkatkan istrinya menuduh Triyani suka mencuri makanan di rumah majikannya. Sehingga, Triyani harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Saya tidak terima kalau istri saya dituduh mencuri. Kata istri saya, majikannya berjanji kalau sudah sembuh akan dipekerjakan lagi,” ujar Hasan.

Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rakyat Brebes, Haris SH mengatakan, penahanan itu dilakukan karena Triyani dinilai melanggar kontrak kerja. Triyani yang mestinya bekerja 2 tahun di Taiwan, hanya bekerja 3 bulan. Alasan pemulangan paksa, dinilai PT Graha Cipta Utama sebagai pelanggaran kontrak.
“Kami akan terus berupaya agar Triyani segera dipulangkan tanpa biaya. Saat ini, kami tengah mengumpulkan bukti untuk proses pemulangan,” kata Haris.
Direktur PT Graha Cipta Utama, Fanny Setiadi Faizal, saat dihungungi mengatakan, Triyani harus membayar uang sebesar itu untuk menutup utangnya di bank. Triyani hutang di bank untuk pembayaran keberangkatannya ke Taiwan.
“Kami minta surat keterangan dari pemerintahan desa bahwa Hasan Hermawan adalah suami dari Triyani. Karena, dalam kartu keluarga (KK) namanya tidak sama dengan yang ada di KTP. Selain itu, kalau keluarga tidak mampu, buat surat keterangan tidak mampu,” kata Fanny.
Dua surat keterangan itu, lanjut Fanny, untuk menguatkan kalau Triyani tidak bisa membayar hutangnya. Dia berjanji akan mengantarkan keluarga Triyani ke bank untuk minta keringanan.
Sementara itu, Susana Andraeni (24) TKW dari desa yang sama dengan Triyani, mengatakan, dia bersyukur bisa dipulangkan. Dia yang sempat ditahan di PT Grasa Cipta Utama Jakarta itu, nasibnya hampir sama dengan Triyani. Dia dimintai tebusan Rp 7 juta. Namun, dia bisa pulang ke Brebes, karena telan menandatangani surat perjanjian akan membayar hutangnya dan dijamin oleh pengacaranya.
“Saya dipulangkan paksa oleh agensi di Taiwan. Katanya mau pindah kerja, tapi malah di pulangkan ke Indonesia. Saya tidak tahu apa kesalahan saya, sehingga saya dipulangkan. Saya berencana menjual sepeda motor untuk membayar ke PT itu,” kata Susana.
Lebih lanjut dikatakan, Susana dimintai uang Rp 2 juta oleh calo yang memberangkatkan ke Jakarta. Padahal, dia yang membayar biaya medical kesehatan. Dia juga tidak menerima gaji sepeser pun dari majikannya di Taiwan.
Sukardi (50) calo yang memberangkatkan Susana, mengatakan, uang Rp 2 juta digunakan untuk biaya medical kesehatan dan untuk pendaftaran ke PTWW

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: