Arsip untuk Juli, 2008

Puan: Kondisi masyarakat kecil sudah sangat memprihatinkan

Posted in PDI Perjuangan, indonesia dengan kaitan (tags) , , , on Juli 30, 2008 by Muhammad Yamin, S.H

Minggu, 30 Maret 2008 | 13:39 WIB

YOGYAKARTA, MINGGU – Pemerintah diminta segera mengambil langkah-langkah konkret untuk menurunkan harga-harga kebutuhan pokok yang dianggap telah menambah beban dan menyusahkan masyarakat kecil. Perhatian pemerintah kepada masyarakat lemah dan miskin harusnya diperbesar. Hal itu disuarakan Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang juga Ketua Panitia Peringatan HUT PDIP ke 35 Puan Maharani, Minggu (30/3) di sela-sela kegiatan lomba sepeda santai di Yogyakarta dalam rangka HUT ke 35 PDIP , dan dalam kunjungannya ke pasar Kranggan Yogyakarta. “Pemerintah tidak bisa hanya bicara-bicara masalah kebijakan tetapi turunlah ke bawah dan lihat kondisi langsung masyarakat,” ujarnya. Puan meminta pemerintah lebih memperhatikan kondisi riil rakyat kecil yang semakin susah karena membumbungnya harga-harga kebutuhan pokok. Menurut Puan, kondisi masyarakat kecil sudah sangat memprihatinkan dengan naiknya harga-harga dan bahan bakar minyak. “Perut rakyat itu harus tetap diperhatikan,” katanya. (RWN)

Megawati Soekarnoputri didampingi putrinya, Puan Maharani

Megawati Soekarnoputri didampingi putrinya, Puan Maharani

Caleg Perempuan PDI-P Minimal 10

Kemenangan Megawati Cermin Aspirasi Kebhinekaan

Posted in PDI Perjuangan dengan kaitan (tags) , , , , , , on Juli 30, 2008 by Muhammad Yamin, S.H
Kamis, 10 Juli 2008 | 10:36 WIB

TEMPO Interaktif, Denpasar: Dua kemenangan yang diraih jago-jago Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Pilkada Bali dan Maluku diyakini akan makin memuluskan langkah Megawati dalam Pemilihan Presiden 2009. “Kita optimis kemenangan akan sampai pada 2009,” sebutnya, Kamis (10/7).

Tapi dia menegaskan, kemenangan PDIP bukan semata-mata kemenangan partai itu. Tetapi merupakan cerminan aspirasi untuk mempertahankan kebhinekaan Indonesia.” Sebab, itu hal utama yang kita perjuangkan,” jelasnya. Bagi dia , kemenangan itu membuktikan bangsa ini berada dalam track record yang tepat untuk mempertahankan keutuhan bangsa.

Taufik yang bersama Megawati memantau perkembangan Pilkada Bali di Villa Cucukan, Gianyar menyebut, kemenangan PDIP di Pilkada menunjukkan mesin partai telah berjalan maksimal. Selain itu, PDIP telah memilih figur yang tepat yang disukai dan sesuai dengan kebutuhan rakyat.

Dilihat dari perolehan suara, kemenangan Pastika-Puspayoga juga sangat telak karena menang di 7 Kabupaten dan Kota di Bali. Pasangan itu hanya kalah di Gianyar yang diungguli pasangan CBS-Suweta dan di Jembrana yang dikuasai pasangan Gede Winasa- Alit Putra.

“Meski kalah di Jembrana kita tetap melampaui target,” sebutnya. Di daerah yang menjadi basis Winasa itu, hanya ditargetkan 10 persen suara saja tetapi berhasil meraih 16 persen suara. (Rofiqi Hasan)

Megawati berkunjung ke Cilacap 16 Mei 2008
Megawati berkunjung ke Cilacap 16 Mei 2008

Kematian Udin Mencuat Di Kongres XXII PWI

Posted in indonesia dengan kaitan (tags) , , , , , on Juli 30, 2008 by Muhammad Yamin, S.H

29 Juli 2008 | 16:13 WIB

Banda Aceh ( Berita ) : Upaya pengungkapan kematian wartawan harian Berita Nasional (Bernas), Yogyakarta, Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin kembali mencuat dalam Kongres XXII Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Banda Aceh, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

“Terhadap kasus Udin, kita minta penanganannya diteruskan agar rasa keadilan terpenuhi,” kata Sucipto dari PWI Jawa Timur dalam rapat komisi kongres di Banda Aceh, Selasa [29/07].

Usulan tersebut menjadi pembahasan komisi C yang membidangi tentang sikap kongres terhadap perkembangan politik bangsa di samping mengenai peran Dewan Pers dan upaya revisi Undang-undang No.40/1999 tentang Pers.

Menurut dia, pengungkapan kasus kematian Udin yang terjadi pada Agustus 1996 itu harus dilakukan agar terpenuhinya rasa keadilan terutama bagi keluarga korban.

Hal senada diungkapkan Ketua PWI Pusat demisioner, Tarman Azzam pada pembukaan kongres yang dibuka oleh Gubernur NAD Irwandi Yusuf pada Senin (28/7).

Ia mengatakan, aparat hukum seharusnya dapat melanjutkan pengusutan kasus tersebut dengan menggunakan fakta lapangan yang ditemukan tim pencari fakta PWI Yogyakarta.

“Kalau memang berkehendak untuk mengusut tuntas, polisi bisa menggunakan fakta yang ditemukan PWI Yogya. Apalagi kasus ini sudah lama sedangkan kasus kematian aktivis HAM Munir saja sudah terungkap,” katanya.

Udin meninggal setelah sempat koma akibat dianiaya orang tak dikenal didekat tempat tinggalnya. Ia mengabdi di Bernas sejak 1980-an.

Selain membahas pengungkapan kematian Udin, berbagai kasus yang melibatkan wartawan juga dibahas dalam forum komisi C. Sementara Komisi A yang membidangi Organisasi dan Komisi B tentang program kerja lebih bersifat internal PWI. Dalam kongres tersebut beberapa nama kandidat calon ketua umum PWI periode 2008-2013 mulai bermunculan seperti Parni Hadi (Dirut LPP RRI), HA Muchyan (ketua PWI Sumatera Utara), Wina Armada (Sekjen PWI Jaya), Kamsul Hasan (Ketua PWI DKI), Sasongko Tedjo (Ketua PWI Jawa Tengah) dan Dhimam Abror Djuraid (Ketua PWI Jawa Timur). ( ant )